Dia rela keluar uang, antre, duduk di kursi gelap, hanya untuk kemudian kehilangan 70% pengalaman yang dia beli. Begitu suara musik mulai “deng... deng... deng...” mendadak seluruh tubuhnya berubah jadi siput, menyusut ke dalam hoodie, tangan jadi perisai Viking, mata cuma terbuka 15%.
Dan kalau ditanya kenapa nutup mata? Jawabannya. “Takut, tapi ingin tahu.”
Luar biasa bjirr Otaknya benar-benar bisa menjalankan dua perintah kontradiktif sekaligus. tolak rasa takut, tapi jangan hilangkan rasa penasaran...
Sementara itu, orang yang duduk di sebelah mereka biasanya menanggung dua trauma. satu dari filmnya, satu lagi dari tangan temannya yang mencengkram seperti mau menyalurkan listrik tegangan tinggi.
Dia tahu akan ketakutannya, tapi selalu memberanikan diri walau tidak mendapatkan makna dari film-nya. Ironis, tidak logis. entahlah...